JACK MA: DARI “SI GILA” MENJADI “SI KAYA RAYA”

utaminsdialy.me

Jack Ma. Orang terkaya di Cina ini pernah mengungkapkan bahwa ia akan membuat Alibaba bertahan selama 102 tahun. Dengan demikian kerajaan internet yang didirikannya pada tahun 1999 itu dapat berjaya hingga tiga abad. Pemikirannya ter­ sebut dianggap out of the box oleh sebagian orang, tapi tak sedikit juga yang menganggapnya gila. Julukan “Crazy Jack Ma” pun dile­ katkan pada pria bertubuh kecil itu.

Nyatanya, di bawah kepemimpinan Sang Maverick, perusahaan yang hingga saat ini sudah berjalan selama 15 tahun tersebut telah menjembatani periode perubahan perdagangan global dan juga perubahan perekonomian Cina yang luar biasa. Dalam sebuah negara yang memiliki lebih sedikit pemain e-commerce daripada anggota birokrat Partai Komunisnya, Jack membesarkan “raksasa” yang terus bertumbuh. Perusahaannya tersebut mampu menembus pasar Amerika Serikat, dengan penawaran Initial Public Offering (IPO) perdana pada bulan September tahun 2016 lalu.
Anda tidak pernah tahu seberapa banyak yang bisa Anda lakukan dalam hidup Anda —Jack Ma
Jack Ma menjadi sebuah nama fenomenal di dunia bisnis. Ia adalah pendiri Alibaba, yaitu perusahaan e-commerce terbesar di Cina yang menjadi pesaing berat bagi Amazon dan eBay. Pria yang memasuki usia 53 tahun ini tidak berasal dari keluarga saudagar, bukan pula insinyur atau ahli teknologi informasi. Ia tak pernah se­ cara resmi belajar ilmu komputer, sales marketing online ataupun manajemen bisnis.

Ia, pada awalnya, adalah seorang guru bahasa Inggris dan pe­ nerjemah. Tinggal di sebuah distrik kecil Cina bernama Hangzhou membuatnya tak pernah bersentuhan dengan Internet, apalagi gad get. Satu­satunya modal sukses yang dimilikinya saat itu adalah ke­ mampuan berbahasa Inggris yang apik, dan juga semangat belajar yang kuat.

Modal inilah yang kemudian membuatnya terbang ke Amerika Serikat, negara yang membuka matanya mengenai internet dan bis­ nis e-commerce. Titik balik tersebut membuat Jack Ma menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersihnya mencapai $30 miliar menurut Indeks Billionardes Bloomberg.

Kisah sukses Jack Ma inilah yang membuat orang takjub dan berdecak kagum. Pria yang menjadi bintang sektor swasta Cina di panggung dunia kerap memanfaatkan teknik manajemen Barat, dan di saat yang sama juga senang mengutip pemikiran Mao Zedong. Jack adalah penggemar novel kungfu dan menjadikan legenda kungfu sebagai budaya perusahaannya.

KELUARGA DAFTAR HITAM

Jack Ma, bernama Cina Ma Yun, lahir pada tahun 1964 dari keluarga yang masuk “daftar hitam” pemerintahan Mao Zedong. Kita tahu pemimpin besar komunis Cina tersebut memerintah dengan tangan besi, dan tak segan bertindak keras pada mereka yang dianggap membangkang. Kakek dan nenek Jack merupakan pendukung Partai Nasional yang menjadi penentang Partai Komunis.

Inilah alasan keluarga Jack Ma masuk daftar hitam. Pemerintah­ an Mao Zedong menggolongkan para revolusioner sebagai kaum yang dibenci masyarakat komunis. Setelah kakek Jack dianggap se­ bagai musuh revolusi, orangtua Jack yang bekerja sebagai pemain sandiwara tradisional terpaksa berhenti mencari nafkah dengan cara itu. Penyebabnya adalah selama Revolusi Kebudayaan Mao (1966­ 1976), pertunjukan sejenis dilarang oleh pemerintah. Seorang pe­ nulis, Zhang Yongsheng, dalam biografi Jack Ma yang terbit tahun 2009 menulis bahwa Jack Ma dan seluruh keluarganya sangat men­ derita saat itu.

Meski dalam keadaan serba sulit, Jack Ma tetap memiliki masa kecil yang menyenangkan. Dalam biografi lain yang ditulis oleh Chen Wei tahun 2013, digambarkan bahwa Jack kecil suka mengumpulkan jangkrik untuk diadu. Begitu sukanya pada adu jangkrik, Jack bahkan melatih pendengarannya hingga mampu membedakan jenis dan ukuran jangkrik hanya lewat suara kerikannya. Adu jangkrik merupakan sebuah permainan tradisional populer di Hangzhou. Sayangnya permainan ini juga dilarang oleh pemerintahan Komunis.

PANDAI BERBAHASA INGGRIS

Seperti umumnya orangtua di Cina pada saat itu, ayah Jack Ma membesarkan anak­anaknya dengan disiplin keras. Di sekolah, Jack tak terlalu pandai dalam mata pelajaran matematika, namun sangat mencintai pelajaran bahasa Inggris. Tak hanya belajar teori­teori ba­ hasa Inggris di sekolah, Jack juga berupaya keras mempraktikkannya dengan turis­turis asing yang datang ke Hangzhou.

Sejak wafatnya Mao Zedong pada tahun 1976, pemerintah Cina mulai membuka diri pada dunia internasional. Hal ini membuat tu­ris­turis mancanegara mulai berdatangan dan berwisata ke daerah­ daerah indah di Cina. Hangzhou termasuk destinasi wisata favorit para turis, dan peluang inilah yang dimanfaatkan Jack untuk melatih bahasa Inggrisnya.

Mulai usia 12 tahun, Jack rajin melatih kemampuannya berba­ hasa asing. Ia tak segan bangun jam lima pagi hanya untuk berjalan kaki atau bersepeda ke hotel terbesar di Hangzhou dan menemui wisatawan asing yang menginap di sana. Padahal jarak dari rumah­ nya ke hotel tersebut hampir satu jam, namun Jack melakukannya dengan semangat tinggi.

Sejak itu, selama sembilan tahun berikutnya, Jack terus mena­ warkan diri sebagai pemandu wisata gratis. Tak banyak orang lokal di Hangzhou yang mampu berbahasa asing, oleh karena itu ia sa­ngat disukai oleh para wisatawan. Dari orang­orang asing inilah, ia kemudian mendapatkan nama panggilan “Jack”.

Tak hanya menjadi pemandu, Jack bahkan berteman baik de­ ngan beberapa di antara para wisatawan tersebut, salah satunya adalah keluarga Morley dari Australia. Tuan dan nyonya Morley ter­ pikat dengan keramahan dan upaya keras Jack berbahasa asing. Be­ berapa tahun setelah pertemuan mereka, Jack, yang juga berkawan dengan anak­anak dari keluarga Morley, diundang keluarga tersebut untuk mengunjungi negara mereka.

Pengalaman pergi ke negara Kangguru membuka mata Jack Ma. Ia menyadari bahwa apa yang dipahaminya tentang negara­negara di luar Cina amatlah berbeda. Dalam majalah U.S Today terbitan ta­ hun 2014, Jack mengatakan pada Xiao­Ping Chen, seorang profesor dari University of Washington di Seattle bahwa apa yang diajarkan orangtua dan guru­guru di sekolahnya mengenai negara asing sa­ ngat berbeda dengan kenyataan.

DITOLAK SANA-SINI

Perjalanan karier Jack sama spektakuler dengan namanya. Mantan guru yang karismatik dan energik ini telah menjadi inspirasi bagi jutaan orang di seluruh Cina. Ia tetap yakin akan potensi bisnis internet, tanpa peduli pada mereka yang menertawakan mimpinya dan mengoloknya dengan panggilan “Crazy Jack Ma.” Kesiapan Jack Ma untuk mengungkapkan pikirannya amat berlawanan dengan para korporat Cina lain yang umumnya konservatif.

Kemampuan matematikanya yang payah membuat Jack memi­ liki kesulitan untuk masuk kuliah. Setelah ditolak tiga universitas dan dua kali gagal dalam ujian masuk, Jack akhirnya diterima di Hangz­ hou Teacher Institute, sebuah perguruan tinggi dengan ranking te­ rendah di kampung halamannya. Ia mendalami pengajaran bahasa Inggris sesuai minatnya. Lulus pada tahun 1988, Jack menikahi keka­ sihnya yang juga teman sekampusnya, Zhang Ying.

Jack kemudian mengajar bahasa Inggris di sebuah perguruan tinggi setempat selama lima tahun, dan berpenghasilan $15 saja se­ tiap bulan. Demi mencukupi kebutuhan hidup, Jack mencoba men­ cari pekerjaan tambahan. Ia melamar di restoran waralaba Kentucky Fried Chicken, mencoba mengisi lowongan sebagai pegawai hotel dan bahkan juga sebagai polisi. Ia ditolak oleh semua tempat kerja tersebut. Penolakan­penolakan tersebut tak sedikit pun membuat­ nya berhenti bermimpi.
Ketika KFC pertama kali masuk ke Cina, ada 24 orang melamar kerja di sana, dan 23 orang diterima. Saya adalah satu-satunya yang ditolak. jack Ma
 utaminsdialy.me

0 Response to "JACK MA: DARI “SI GILA” MENJADI “SI KAYA RAYA”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel